Hanura

Staf Ahli Mendes: Bentengi Anak-Anak Kita Dari Paham Radikal

 SENIN, 14 MEI 2018 , 17:44:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Staf Ahli Mendes: Bentengi Anak-Anak Kita Dari Paham Radikal

Ratna Dewi Andriati/Humas Kemendes PDTT

RMOL. Peran orangtua dalam mendorong dan mengontrol pondasi pendidikan anak sangat penting. Terlebih, perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membuat orangtua harus semakin peka dalam menghadapi tantangan zaman.
Staf Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bidang Pengembangan Ekonomi, Ratna Dewi Andriati mengatakan, orangtua harus membentengi anak-anak dari paham-paham radikal.

"Bentengi anak-anak, sampaikan pendidikan yang bagus juga pendidikan akhlak dan agama," ujar Ratna yang mewakili Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, saat acara Seminar Parenting "Membentuk Karakter Anak Menghadapi Tantangan Zaman" yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendes PDTT di Balai Makarti Muktitama, Jakarta, Senin (14/5).

Ratna mengemukakan keprihatinannya melihat fenomena bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak. Seminar yang digelar hari ini, lanjutnya, menjadi momentum bagi para orangtua agar semakin baik dalam menguatkan pendidikan karakter bagi anak.

"Saya prihatin atas insiden bom bunuh diri yang dilakukan seorang ibu yang membawa anak-anaknya ikut serta. Saya sedih sekali bagaimana seorang ibu mempengaruhi pikiran anak-anaknya untuk ikut serta melakukan tindakan terorisme," lanjutnya.

Ratna mencontohkan pola pendidikan anak yang dilakukan di Jepang dan Korea. Menurutnya, penting bagi keluarga untuk tetap mempertahankan aspek budaya di samping meningkatkan kualitas pendidikan.

"Apakah ibu-ibu bangga dengan guru asing? Boleh, asal kita harus ada landasan," ujar Ratna.

Sementara itu, pakar parenting dari Indonesia Heritage Foundation, Florence Yulisinta Jusung mengatakan, orangtua adalah arsitek bagi otak anak. Bagian-bagian otak kritis dibentuk pada usia dini. Otak anak, lanjutnya, seperti spons. Oleh karena itu, orangtua harus mencontohkan perilaku yang baik.

"Solusinya melindungi anak dari bahaya yaitu mengubah lingkungan pengasuhan dan pendidikan. Sebelum mendidik anak dengan penuh cinta, kita dulu yang harus memiliki cinta dan bahagia,. Orangtua juga harus melek teknologi," ujar Florence.

Terpisah, Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo menyesalkan tragedi bom bunuh diri di Surabaya.

"Kita sangat mengutuk perbuatan keji, biadab, dan pengecut, membawa anak-anak untuk melakukan bom bunuh diri terhadap orang yang tidak berdosa yang sedang beribadah," ujarnya disela mendampingi Presiden Joko Widodo, dalam acara Rakornas Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pusat dan Daerah di JIExpo Jakarta, Senin (14/5).

Menurut Eko, tragedi tersebut upaya untuk memecah belah bangsa kita yang akan menjadi negara maju. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk ikut aktif memantau dan memberikan informasi terkait aktivitas kalangan masyarakat yang terindikasi gerakan teroris.

"Ini adalah upaya untuk memecah belah, jangan sampai kita dipecah belah sehingga usaha yang kita lakukan selama ini yang cukup baik, yang telah memberikan pondasi kepada negara kita menjadi negara maju dipecah belah," pesannya.

"Kita meski dukung semua aparat kepolisian, intelijen, kita mesti dukung. Mereka sudah bekerja dengan sangat baik, kita sebaiknya tidak saling menyalahkan, dalam kondisi seperti ini kita mesti bersatu dan saling mendukung," imbuh Menteri Eko.[wid]

Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00