Hanura

JK Jadi Wapres Jokowi Muncul Gara-Gara Golkar Tak Solid Dan PDIP Malas

 MINGGU, 10 JUNI 2018 , 03:35:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

RMOL. Relawan Jokowi yang juga aktivis dari Rumah Gerakan 98, Sulaiman Haikal tidak setuju dengan upaya untuk kembali memasangkan petahana, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) dalam Pilpres 2019 nanti.
Menurutnya, JK yang sudah dua kali menjabat sebagai wapres dan sudah tak boleh lagi ditempatkan pada jabatan yang sama. Menurutnya, ada dua hal yang sangat mendasar, sehingga ada upaya untuk menyandingkan kembali JK ke Jokowi dengan memunculkan gugatan ke Mahkamah Konsitusi (MK).

Pertama, kata dia, tidak solidnya dukungan internal Golkar dan ada friksi di internal Golkar terhadap pencalonan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden Jokowi.

“Ini kemudian aksesnya lahirlah isu ini. Ada upaya untuk mengubah tatanan konstitusi kita, atau tatanan bernegara kita," katanya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) bertajuk 'Gugatan Masa Jabatan Presiden/Wapres Untungkan Siapa?' di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (9/6).

Kedua, sambungnya,  adalah karena internal PDI Perjuangan (PDIP) yang notabene merupakan partai pengusung utama Jokowi yang seakan tak mampu mencari sosok mempuni bagi wapres bagi Jokowi.

"Sebab yang kedua adalah, mohon maaf, ini kemalasan elit PDIP untuk melakukan ijtihad politik," jelasnya.

Ditegaskannya lagi friksi internal Golkar dan kebutuhan PDIP akan status quo inilah menimbulkan adanya gugatan ke MK tersebut.

Tapi, berdasarkan pengamatan Haikal, belakangan elit PDIP maupun lingkaran Jokowi sudah tak lagi getol ingin menjadikan JK sebagai cawapres.

"Perkembangan terakhir dari PDIP, saya cek kepada beberapa pihak di Jokowi, elit di sekitar Jokowi, itu wacana soal JK itu sudah makin hilang. Saya monitor mereka mengangkat soal itu terakhir bulan Mei. Jadi relatif wacana yang berkembang adalah mencari figur wakil presiden selain Pak JK," pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Sambut Kemeriahan Asian Games

Sambut Kemeriahan Asian Games

, 15 AGUSTUS 2018 , 04:34:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00