Hanura

Pemuda Indonesia Harus Tuntas Memahami Pancasila

 SENIN, 11 JUNI 2018 , 05:46:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Pemuda Indonesia Harus Tuntas Memahami Pancasila

Ilustrasi/Net

RMOL. Komunitas Tugu Proklamasi (KTP) merasa ikut bertanggung jawab menangkal dan memberantas paham radikal terhadap kaum muda generasi bangsa juga masyarakat.
"Pemberantasan terorisme tidak cukup dilakukan oleh negara akan tetapi harus bersama-sama dilakukan oleh seluruh lapisan kelompok pemuda dan masyarakat, karena terorisme adalah kejahatan yang mampu mengubah pola berpikir generasi muda," kata Ketua KTP,  Ahmad Boim Al Habsyie dalam acara Silaturahim dan Dialog Nasional Ke-1 bertajuk 'Menangkal Gerakan Radikalisme Dan Terorisme', baru-baru ini. 

Ia menilai sejauh ini pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) belum signifikan memberikan pemahaman dan langkah konkret dalam menangkal gerakan radikalisme ke seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda mahasiswa yang nyata menjadi ujung tombak terdepan meluruskan pemahaman Islam yang diselewengkan.

"Di Indonesia khususnya, pemuda yang menjadi sasaran dari doktrinasi paham-paham radikal baik di dunia nyata maupun di media sosial," tuturnya.

Plt. Sekjen Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Arif Rahman yang juga hadir sebagai narasumber, mengatakan bahwa paham radikal yang terus menjalar karena pengaruh globalisasi dan kemajuan IT sangat mempengaruhi munculnya gerakan terorisme.

"Bagaimana kita dan pemerintah dapat mengamalkan Pancasila seadil-adilnya dan tentu akan mampu menolak dari paham radikal dan terorisme yang muncul di Indonesia," katanya.

Ia memastikan kader PP tidak ada satupun yang terlibat sebagai oknum gerakan terorisme dan radikalisme.

"Dikarenakan kami tuntas dalam memahami Pancasila sebagai akar ideologi bangsa, jika yang ingin melakukan gerakan terror terhadap Indonesia maka kami siap mengantarkan mereka ke surga," lanjut Arif.

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD DKI Jakarta, Reindhika D. Harsono pun mengajak anak muda di Jakarta untuk mengambil peran yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dalam upaya deradikalisasi. Salah satunya melalu program Oke Oce  dengan cara pembinaan di luar pendidikan.

"Sebagai anak muda yang diberi amanah melihat semua tantangan di era global ini untuk bersama-sama mengatasi permasalahan, khususnya di wilayah DKI Jakarta, dalam menghadapi bonus demografi paham-paham radikal di kalangan anak muda," ujarnya. [nes]



Komentar Pembaca
Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

Bawaslu Jangan Nurut Relawan Jokowi

, 16 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00