Hanura

PPP: Kenaikan Tol JORR Jangan Cuma Perhatikan Sisi Komersil!

 KAMIS, 14 JUNI 2018 , 13:28:00 WIB | LAPORAN: SWARA SETIA

PPP: Kenaikan Tol JORR Jangan Cuma Perhatikan Sisi Komersil<i>!</i>

Arsul Sani/Net

RMOL. Masyarakat perlu diberi penjelasan secara kuantitatif terkait kenaikan tarif jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Sebab, kenaikan tarif tol ini tidak seharusnya hanya memperhatikan aspek komersial saja.
Begitu kata Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/6).

"Kenaikan tarif jalan tol JORR hendaknya jangan hanya memperhatikan aspek komersil saja," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam pembangunan sebuah tol memang terdapat investasi dua sisi. Sisi pertama adalah aspek bisnis yang bersifat komersial alias harus memperhitungkan pengembalian investasi dan keuntungan investor atau pengembang.

Sementara di sisi kedua, juga harus memperhatikan fungsi sosial jalan tersebut sebagai sarana pelancar kehidupan masyarakat.

Menurutnya, jika investasi sudah atau segera mencapai Break Event Point (BEP), maka tarif tol justru tidak naik dan fungsi sosial jalan tol lebih dikedepankan. Sehingga diperlukan penjelasan kepada masyarakat tentang alasan tarif tol JORR harus naik.

"Ya justru itu, diperlukan penjelasan kuatitatif tadi mengapa harus naik signifikan, apakah sebatas faktor komersial dalam rangka percepatan pengembalian investasi atau apa," tukasnya.

Tarif kendaraan golongan I akan dikenakan tarif Rp 15.000, Golongan II dan III jadi Rp 22.500, sementara Golongan IV dan V jadi Rp 30.000.

Sebelumnya Golonga I hanya dikenakan tarif Rp 9500, Golongan II sebesar Rp 11.500, Golongan III Rp 15.500, Golongan IV Rp 19.000, dan Golongan V Rp 23.000.

Semula perubahan tarif itu berlaku mulai Rabu (13/6) pukul 00.00 tapi BPJT mengubah pemberlakuan kenaikan tarif mulai Rabu (20/6) pukul 00.00

Perubahan masa berlaku disepakati BPJT dan para pengelola tol JORR untuk menambah waktu sosialisasi agar semakin banyak masyarakat mengetahui. [ian]

Komentar Pembaca
Tidak Dilarang Tapi Diledekin

Tidak Dilarang Tapi Diledekin

SELASA, 21 AGUSTUS 2018

Prabowo Kurang Berwarna

Prabowo Kurang Berwarna

SELASA, 21 AGUSTUS 2018

DPR: BMKG Harus Bisa Deteksi Dini Gempa Bumi
Hanya Untuk Pencitraan Jokowi Lecehkan Lambang Negara
Banyak Yang Cari Muka

Banyak Yang Cari Muka

SELASA, 21 AGUSTUS 2018

Shohibul: Demi Elektabilitas, Jokowi Enggan Tetapkan Bencana Nasional Bagi Gempa Lombok
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Atraksi Kembang Api

Atraksi Kembang Api

, 19 AGUSTUS 2018 , 05:36:00

Cakra 19 Untuk Jomin

Cakra 19 Untuk Jomin

, 12 AGUSTUS 2018 , 19:48:00

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

Pemberian Star Of Soekarno Kepada Prabowo

, 17 AGUSTUS 2018 , 10:48:00