Hanura

Bikin Petani Lokal Rugi, Importir Bawang Merah Palsu Pantas Dihukum

 SENIN, 02 JULI 2018 , 01:02:00 WIB | LAPORAN: UJANG SUNDA

RMOL. Anggota Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo amat kesal dengan ulah para importir nakal dan mafia pangan yang sudah memasukkan bawang bombai mini ke pasaran. Sebab, akibat ulah importir itu, harga bawang merah petani lokal menjadi anjlok.
Bawang bombai mini tersebut dikenal juga sebagai bawang merah palsu. Sebab, ukuran kecil dan berwarna merah. Namun, dari sisi kadar air, bawang tersebut lebih basah. Banyak masyarakat terkecoh dan membeli bawang bombai mini itu untuk bumbu layaknya bawang merah.

Para importir bawang bombai mini tersebut sudah di-blacklist Kementerian Pertanian (Kementan). Mereka tidak bakal diberi izin lagi untuk impor pangan. Firman setuju dengan langkah itu. Namun, dia ingin ada sanksi lebih keras bagi para importir itu. Para importir itu pantas dijerat hukum. Makanya, aparat hukum harus bergerak untuk menindak mereka.

"Prilaku para mafia dan importir pangan ini sangat tidak layak diberikan toleransi apalagi pengecualian dalam proses dan penegakan hukum. Sebab, pemalsuan produk komoditi pangan jelas bertentangan dengan Undang-Undang," kata Firman, saat dihubungi, Minggu (1/7).

Eks Wakil Ketua Badan Legislasi DPR ini lalu membeberkan sejumlah Undang-Undang yang ditabrak para mafia dan importir pangan ini. Antaran lain, Undang-Undang Hortikultura, Undang-Undang Pangan, dan Undang-Undang perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Dalam tiga Undang-Undang diatur secara tegas mengenai sanksi bagi mafia dan importir pangan nakal.

"Saya meminta secara tegas kepada aparatur penegak hukum, dimulai dari Satgas Pangan, Kepolisian, dan aparat penegak hukum lain untuk tidak mengabaikan proses hukumnya. Sebab, ulah para importir nakal itu jelas-jelas melanggar hukum. Ulah mereka juga sudah memenuhi unsur pidana karena jelas-jelas ini merupakan pemalsuan," tegas dia.

Firman juga meminta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan lembaga terkait lain tidak tinggal diam. Lembaga-lembaga itu juga harus melakukan pengecaman atas pemalsuan bawang merah yang dilakukan para importir nakal itu.

"Lembaga-lembaga itu jangan hanya kenceng dalam menyikapi isu pertembakuan dan sawit. Sebab, impor bawang merah palsu ini hak hidup masyarakat, khususnya petani," tegasnya.

Dari sisi Pemerintah, Firman meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah yang sama seperti Kementan. Kemendag tidak boleh berdiam diri seolah tidak mau tahu dengan prilaku importir nakal itu.

Kepada masyarakat, khususnya petani, Firman menyerukan agar mendukung langkah Kementan. Jika perlu, para petani melakukan upaya tuntutan hukum kepada para importir nakal yang tega membuat masyarakat dan petani menderita. Untuk bawang merah palsu yang sudah beredar, dia minta segera ditarik.

"Kalau perlu, sweeping bersama aparatur penegak hukum ke pasar-pasar dan memusnahkannya," tandasnya. [nes]



Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45