Hanura

Fitrah Indonesia Berbeda, Jangan Rusak Keberagaman

 SABTU, 14 JULI 2018 , 15:46:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Fitrah Indonesia Berbeda, Jangan Rusak Keberagaman
RMOL. Selain menyiapkan generasi baru dengan kapasitas keilmuan yang mumpuni, perguruan tinggi juga punya tugas penting meningkatkan mutu sumber saya manusia yang bermoral dan beretika. Generasi muda hasil sekolahan sekarang ini memang mencetak banyak sekali orang-orang pintar, namun moralitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hal itu disampaikan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Mahfud MD di hadapan ratusan mahasiswa baru dan orang tua mahasiswa yang hadir pada acara Rapat Senat Terbuka penerimaan mahasiswa baru 2018-2019 Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (14/7).

Bersama Gubernur Kepulauan Riau, H Nurdin Basirun, Mahfud MD yang memakai toga kebesaran ini disambut kesenian kompang atau rebana saat memasuki aula acara di STTI Tanjungpinang.

"Kampus tidak hanya mencetak ilmuwan saja, tetapi manusia yang bermoral dan berakhlak," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Mantan Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga mengingatkan pentingnya saling menghargai di tengah perbedaan-perbedaan. Kampus ini, diharapkannya menjadi laboratorium kemajemukan Indonesia dan memberi contoh kepada lembaga pendidikan yang lain.

"Apalagi di kampus ini mahasiswanya beragam. Terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya," sebut Mahfud.

Mahfud memuji Kepulauan Riau, sebagaimana dituturkan oleh Gubernur,  yang seakan seperti miniatur Indonesia. Selain terdapat 2400 pulau, berbaur pula beragam suku, agama, etnis budaya yang hidup dalam kebersamaan dan keharmonisan.

"Maka saya katakan Kepri ini juga miniaturnya Indonesia. Keharmonisan yang terjadi selama ini perlu terus dijaga," pintanya.

Mahfud mengajak mahasiswa yang hadir mensyukuri kemerdekaan. Perjuangan founding father mendirikan bangsa dan negara ini jangan dikhianati dengan perilaku yang mengancam keberagaman yang memang sudah menjadi fitrahnya bangsa ini sejak lahir.

"Sekarang mari syukuri dan pertahankan kemerdekaan ini agar Indonesia bisa lebih maju. Jaga keharmonisan. Syukuri keberagaman yang menjadi fitrah bangsa kita ini," pungkasnya. [rus]

Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45