Hanura

Gerindra: Wajar Jika Akar Rumput Pendukung Jokowi Beralih

 MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018 , 01:34:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Gerindra: Wajar Jika Akar Rumput Pendukung Jokowi Beralih

Habiburokhman/Net

RMOL. Di Pilpres 2019, masalah yang mendapat porsi utama masyarakat bukan lagi soal krisis politik dan identitas. Tetapi krisis ekonomi yang kini menjadi ancaman bangsa.

Begitu kata Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman saat ditemui di Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9).

Atas alasan itu, dia yakin akar rumput dari parta-partai pendukung calon presiden petahana Joko Widodo mulai beralih dukungan ke Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Sebab, sambungnya, akar rumput merasakan langsung dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah dan perekonomian yang terus merosot.

"Pak Jokowi sudah dikasih kesempatan dan gagal. Masyarakat kalau misalkan anggota PDIP di grassroot, mereka menderita nggak ketika harga naik? Menderita nggak, ketika lapangan pekerjaan sulit? Mereka menderita nggak, ketika ekonomi semakin sulit? Tentu menderita,” ujarnya.

“Makanya wajar, perkiraan saya itu mayoritas grassroot kubu sebelah mendukung kami, hati nuraninya mendukung kami," yakin Habiburokhman.

Lebih lanjut, dia juga yakin perpindahan dukungan itu menimbulkan efek domino hingga ke pengurus partai. Hal ini sebagaimana pernah disebut oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief bahwa ada kader partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf yang secara sembunyi-sembunyi mendukung Prabowo-Sandidi Pilpres 2019.

“Tapi mungkin lebih jelas tanya ke kubu Pak Andi Arief," tukasnya. [ian]


Komentar Pembaca
Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Pemprov Bali Berwenang Usir Pengusaha Tiongkok
Elpala Latihan ORAD

Elpala Latihan ORAD

, 17 NOVEMBER 2018 , 12:29:00

Meninjau PLBN Distrik Sota, Papua

Meninjau PLBN Distrik Sota, Papua

, 17 NOVEMBER 2018 , 18:25:00

Antisipasi Banjir Jakarta

Antisipasi Banjir Jakarta

, 17 NOVEMBER 2018 , 13:57:00