Hanura

GNPF Ulama: Spanduk HTI Urusan Pemerintah

 MINGGU, 16 SEPTEMBER 2018 , 16:31:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

GNPF Ulama: Spanduk HTI Urusan Pemerintah

Spanduk/Repro

RMOL. Spanduk mengatasnamakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertebaran di area Ijtima Ulama II. Padahal, HTI secara resmi sudah dibubarkan pemerintah.
Spanduk berlatar belakang hitam bertuliskan 'Hizbut Tahrir Indonesia Siap Mendukung Ijtima Ulama 2 Mewujudkan Negara Khilafah' juga terlihat di sepanjang jalan menuju tempat lokasi Ijtima Ulama II, di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Minggu (16/8).

Tak hanya itu, ada juga spanduk HTI yang bertuliskan dukungannya kepada Ijtima Ulama II dan #2019TegakanKhilafah.

Menganggapi hal itu, Sekjen GNPF Ulama, Ustaz Al Khathath menyampaikan bahwa spanduk tersebut adalah urusan HTI.

"Itu urusan mereka (HTI), hak mereka. Kita tidak pernah mewajibkan atau menyuruh untuk membuat spanduk," kata Al Khathath di Hotel Grand Cempaka, Minggu (16/9).

Pihaknya, kata Al Khathath, tidak mempermasalahkan ketika ada pihak yang memelintir bahwa Ijtima Ulama II termasuk Prabowo-Sandi didukung oleh HTI atau mendukung gerakan HTI untuk menegakkan khilafiah.

"Biarkan saja yang melintir-melintir silakan saja, kita tidak ada urusannya dengan itu," terangnya.

Keberadaan HTI, tambah dia, yang sudah dibekukan oleh pemerintah melalui Perpres 2/2017 menjadi urusan pemerintah dengan HTI sendiri. Pihaknya tidak ada kaitannya sama sekali dengan hal tersebut.

"Kalau itu silakan tanya ke pemerintah, jangan tanya ke saya. Kita nggak ada urusan dan no comment," pungkasnya.[lov]


Komentar Pembaca
Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

Mahasiswa Kecam Sikap Represif Aparat

, 25 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

Adik Ahok Ketawa, Ma'ruf Mau Rangkul Ahokers

, 25 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

Didampingi Panglima TNI Dan Kapolri

, 25 SEPTEMBER 2018 , 03:53:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Klarifikasi Ketum GNPF

Klarifikasi Ketum GNPF

, 25 SEPTEMBER 2018 , 00:52:00