Demokrat Trauma Pakai Istilah Bail Out Untuk BPJS Kesehatan

Senin, 17 September 2018, 16:57 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR dengan Kementerian kesehatan, Kementerian Keuangan dan BPJS Kesehatan/RMOL

RMOL. Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IX DPR dengan Kementerian kesehatan, Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan dan stakeholder diwarnai adu pendapat.

Pihak BPJS dan Kemenkes meminta dana talangan atau bail out lantaran sudah defisit terhadap tunggakan kesehatan.

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf Macam Efendi di tengah perdebatan berkelakar terhadap istilah bail out.

Politisi Partai Demokrat ini trauma dengan istilah bail out. Ia membayangkan kasus bail out Bank Century.

"Bapak-bapak kalimat bail out itu ujung-ujungnya nggak enak," ujar Dede di gedung DPR, Jakarta, Senin (17/9).

Kata bail out menjadi mengemuka ketika kasus Century mencuat di tahun 2008. Bail out merupakan istilah dana talangan BI untuk menyuntik Bank Century yang terancam kolaps saat itu.

Sebanyak Rp6,7 triliun, dana bail out BI mengalir dari Bank Indonesia itu ke Bank Century. Alhasil, Century tetap kolaps, dana bail out entah menguap ke mana.

Hingga hari ini, aliran bail out Century itu masih menjadi misteri dan teka-teki yang belum dipecahkan oleh penegak hukum.

Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini menjadi ketua umum Partai Demokrat disebut-sebut sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap mengalirnya aliran dana itu. Termasuk menyeret nama Gubernur BI saat itu Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Atas dasar itu, kelakar Dede Yusuf agar tidak mengunakan istilah bail out. Takutnya berujung seperti kasus Century. Istilah itu pula yang menyeret partainya dalam pusaran kasus bail out Bank Century.

"Lebih tepatnya dana penyelamatan kali ya, jangan bail out," ujarnya. [nes]

Kolom Komentar


loading