Pancasila Harus Jadi Gerakan Perubahan Bagi Kemajuan Bangsa

Senin, 01 Oktober 2018, 18:42 WIB | Laporan: Ruslan Tambak

Syahrul Yasin Limpo/Net

RMOL. Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober jangan hanya dijadikan jargon dan retorika semata. Pancasila harus dijadikan gerakan perubahan bagi kemajuan bangsa Indonesia.

"Kita lahir dan memaknai Hari Kesaktian Pancasila ini tidak menjadi jargon dan retorika," kata Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Otonomi Daerah, Syahrul Yasin Limpo usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (1/10).

Nasdem mengajak elemen masyarakat untuk melakukan gerakan restorasi demi memajukan dan menyejahterakan bangsa Indonesia.

"Kita bangun dari Sabang sampai Merauke. Kita mau kehidupan ini memang berjalan normatif tapi dalam bingkai nasional," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis kepada redaksi.   

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu mengimbau kepada elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas bangsa agar Indonesia tidak terpecah belah.

"Kita tidak saling tuduh, tidak saling fitnah, dan tidak cari mencari kekurangan yang ada. Tetapi bagaimana kekurangan itu kita tanggulangi secara bersama. Nasdem pun membuka diri," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul menambahkan, memperingati Hari Kesaktian Pancasila adalah menghidupkan roh yang kuat bahwa Indonesia bisa bertahan karena adanya Pancasila.

"Negara ini hadir tidak memilih liberalisasi sebagai ideologi, tidak memiliki ideologi sosialis menjadi bagian dari ideologi komunis dan paham lain. Kita memilih Pancasila karena negara ini terdiri dari pulau-pulau, memiliki adat yang berbeda-beda, agama yang berbeda memiliki suku dan etnik bahasa yang berbeda, dan Pancasila yang mampu menyatukannya," paparnya.

Rasa persatuan dan kesatuan menjadi kekuatan. Sudah ada beberapa kali yang ingin mengubah ideologi negara, dengan politik identitas DI TII antara lain berbagai separatis yang terjadi.

"Kalau ada orang yang membawa paham lain dan ideologi lain, saya kira dia tidak memaknai kehidupan bangsa Indonesia yang sudah berusia 73 tahun. Pancasila adalah ideologi negara, way of life bangsa Indonesia," demikian Syahrul di hadapan ratusan kader Akademi Bela Negara. [rus]
Tag:

Kolom Komentar


loading