Verified
Hanura

Romo Magnis: Bangsa Asing Bilang Indonesia Negara Tidak Masuk Akal

 SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 18:36:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Romo Magnis: Bangsa Asing Bilang Indonesia Negara Tidak Masuk Akal

Romo Frans Magnis Suseno/RMOL

RMOL. Budayawan Romo Frans Magnis Suseno bangga akan perbedaan yang ada di Indonesia dimana perbedaan itu menciptakan kerukunan dan perdamaian antar satu dengan yang lain.
Bahkan, sampai bangsa lain bilang kalau Indonesia negara yang tidak masuk akal.

Hal itu disampaikan Romo Magnis dalam Dialog Peradaban Lintas Agama di Hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (13/10).

"Barangkali menjadi suatu alasan yang oleh negara-negara lain disebut negara yang tidak masuk akal karena dari Sumatera sampai Papua itu jauh kok bisa menyatu nyata dan bisa mendengarkan satu sama lain, menyatu antar suku budaya," ujarnya.

Karena itu, Romo Magnis mengatakan Indonesia sejak dahulu hingga kini terkenal dan diakui oleh dunia dengan masyarakat yang hidup dalam perbedaan dengan damai.

Hal ini pun bisa dilihat ketika ada umat Katolik yang menyelenggarakan ibadat di tengah lingkungan yang mayoritas muslim. Bahkan masyarakat sekitar ikut membantu umat Katolik.

"Umat saya umat Katolik itu kecil ternyata bisa hidup, bisa berkomunikasi beribadat, tanpa kesulitan apapun. Kalau ada sesuatu merasa didukung oleh saudara-saudara muslim yang banyak di sekitar umat. Ini suatu pengalaman yang bagus," ujar Romo Magnis.

Dengan begitu pengalaman yang baik dan berjalan selama ini mampu dijadikan modal besar bagi Indonesia dalam menghadapi perbedaan. [rus]

Komentar Pembaca
Rumah DP 0 Rupiah Resmi Diluncurkan

Rumah DP 0 Rupiah Resmi Diluncurkan

, 12 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi Promosikan Dangdut Ke Dunia

Jokowi Promosikan Dangdut Ke Dunia

, 12 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Chicha Koeswoyo dan Revolusi Senyap

Chicha Koeswoyo dan Revolusi Senyap

, 10 OKTOBER 2018 , 19:59:00

Peluncuran Buku Papua Ethnography

Peluncuran Buku Papua Ethnography

, 13 OKTOBER 2018 , 06:49:00

Sisa Puing Gempa

Sisa Puing Gempa

, 12 OKTOBER 2018 , 06:03:00