Sandiaga: Prabowo Galau, Bukan Hina Lulusan Perguruan Tinggi

Kamis, 22 November 2018, 12:56 WIB | Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Sandiaga Uno/Net

RMOL. Pernyataan calon presiden, Prabowo Subianto tentang mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang setelah lulus menjadi tukang ojek online (ojol) merupakan ungkapan kegelisahan yang mendalam. Bukan untuk menghina para mahasiswa.

Pasangan Prabowo, Sandiaga Uni menjelaskan bahwa kegelisahan ketua umum Gerindra disampaikan karena angka pengangguran di negeri ini terbilang tinggi. Apalagi, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, ketertinggalan Indonesia terlihat.

"Kalau ini merupakan sesuatu keprihatinan dan kegalauan Pak Prabowo," jelas Sandi usai menghadiri acara Wisuda Sarjana XVI Universitas Bung Karno (UBK) di Balai Sudirman, Jalan Dr Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Penjelasan Sandi itu menanggapi tuntutan Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia) yang ingin Prabowo minta maaf.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa Prabowo ingin mengangkat derajat para lulusan kuliah agar para pencari kerja usia produktif mampu menghadapi revolusi industri 4.0 sudah di depan mata.

Konkretnya adalah mereka harus bisa menciptakan lapangan kerja baru. Baik itu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan lain sebagainya untuk mendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi bangsa dan masyarakat.

"Semua pekerjaan ya tentunya layak, pekerjaan-pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang selama itu halal, itu merupakan pekerjaan yang mulia,” tuturnya.

“Tidak ada yang salah, tapi dari segi lulusan yang harusnya difokuskan untuk bisa mengisi lokomotif pertumbuhan ekonomi kita, itu akan memberikan yang kita sebut sebagai lapangan kerja yang tidak optimal, tidak berkualitas," tukas Sandi. [ian]

Kolom Komentar


Video

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi

Rabu, 20 Maret 2019
Video

Hubungan Internasional Kunci Keunggulan Prabowo

Rabu, 20 Maret 2019
Video

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

Rabu, 20 Maret 2019
loading