Indonesia Masih Butuh Penguatan Praktik Kehidupan Berbangsa

Sabtu, 08 Desember 2018, 21:20 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Diskusi Ngobrol Orang Muda/Net

RMOL. Meski sudah memiliki pedoman konstitusional mengenai Pancasila dan penghormatan terhadap keragaman, namun tindakan intoleran dan ancaman terhadap hak-hak orang lain masih terus terjadi di Indonesia.

Demikian disampaikan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni dalam diskusi Ngobrol Orang Muda bertema 'Pemilu 2019 dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia' yang digelar di UrbanistBox Cafe, Makassar, Sabtu (8/12).

Menurutnya, catatan tersebut membuat semua pihak harus paham bahwa Indonesia meski sudah final secara konstitusional tetap masih membutuhkan penguatan dalam praktik kehidupan berbangsa.

"Kita tidak bisa menunggu dan membiarkan praktik korupsi dan intoleransi terus-menerus menggerogoti kehidupan kita sebagai bangsa yang majemuk. Harus ada tindakan-tindakan politik untuk memastikan rumah Indonesia ini bisa terus tegak sebagai rumah bersama," jelas Toni.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampow yang juga menjadi pembicara mengapresiasi PSI yang berani mengangkat narasi-narasi yang selama ini seakan tenggelam dan enggan diangkat oleh parpol di parlemen.

"Parpol lain seakan enggan mengangkat isu korupsi dan intoleransi, lebih suka bermain narasi yang sama sekali tidak mendidik. Namun anak muda di PSI dengan berani meski dengan segala resiko yang ada berani muncul dengan penolakan yang tegas terhadap korupsi dan intoleransi," jelasnya. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


loading