Andi Arief: Pengakuan Perusak Dan Informasi Polisi Terlibat Sama-Sama Membahayakan

Minggu, 16 Desember 2018, 11:24 WIB | Laporan: Widya Victoria

Foto: Net

RMOL. Motif pelaku perusakan sejumlah baliho penyambutan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dan bendera partainya di Pekanbaru, Riau masih teka-teki.

Kepolisian juga belum bisa mengidentifikasi keterlibatan orang lain dalam aksi tersebut.

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief mencermati setidaknya ada dua fakta dan informasi terkait perusakan atribut partainya tersebut yang dinilainya cukup memprihatinkan.

Pertama, si perusak mengaku suruhan pengurus PDI Perjuangan. Kedua, informasi adanya keterlibatkan Polda setempat.

"Dua-duanya membahayakan dan masih kami dalami. Ini bukan sekedar baleho," tegas Andi, Minggu (16/12).

Andi Arief sempat menuding partai berkuasa yang memberikan order untuk merusak atribut Partai Demokrat di Riau.

"Dari pengakuan orang ditangkap oleh polisi, jumlah perusak atribut Partai Demokrat ada 35 orang yang dibagi dalam lima kelompok, satu regu tujuh orang. Mereka dibayar 150 ribu/orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari Partai berkuasa," kata Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial era SBY itu, sehari sebelumnya.  

Orang yang ditangkap itu teridentifikasi bernama Heryd Swasnto. Ia kedapatan sedang memanjat dan merusak baliho di dekat SPBU Sudirman Kota Pekanbaru sekitar pukul 01.45 WIB dini hari tadi.

Belakangan Andi Arief menerangkan, tudingan awalnya soal keterlibatan partai sedang berkuasa terlalu gegabah, lantaran perlu penyidikan dan penyelidikan pada tersangka yang telah ditangkap aparat.

Namun ia curiga pelaku punya kemampuan mengelabui dan menembus batas keamanan standar siaga satu kunjungan Presiden. Sehingga wajar tidak terendus  polisi.

"Punya ilmu sirep, semua keamanan tertidur," imbuhnya.[wid]

Kolom Komentar


Video

Hari Terkelam Bagi Selandia Baru

Jumat, 15 Maret 2019
Video

TKN: Kasus Romi Masalah Pribadi

Jumat, 15 Maret 2019
loading