KPU Dan Bawaslu Harus Adil Pada Kepala Daerah

Selasa, 08 Januari 2019, 21:10 WIB | Laporan: Hendry Ginting

Fahri Hamzah/Net

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) harus menjelaskan ke rakyat tentang standar etika dan aturan main kepala daerah dalam mendukung capres.

Ini lantaran ada beda perlakuan saat kepala daerah memberi dukungan kepada para calon presiden.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kemudian mencontohkan perlakuan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Seperti Gubernur DKI Anies Baswedan. Padahal, dia dikenal gubernur yang tidak memberikan dukung resmi kepada capres malah itu dipersoalkan,” kata politisi dari PKS itu.

Fenomena ini bagi Fahri, sangat tidak adil dan harus dijawab oleh KPU dan Bawaslu. Hal itu penting agar tidak terjadi keresahan publik berkepanjangan.

“KPU dan Bawaslu harus menjawab ini, jangan sampai menjadi polemik dan meresahkan publik,” tegas Anggota DPR dari Dapil NTB itu.

Pada Senin (7/1), Anies Baswedan diperiksa Bawaslu Jakarta terkait jari telunjuk dan jempol yang diacungkannya di acara Konferensi Nasional (Konfernas) Gerindra di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 17 Desember 2018 lalu.

Saat menjalani pemeriksaan Bawaslu, Anies mengaku dicecar 27 pertanyaan seputar laporan yang dilayangkan Garda Nasional untuk Rakyat (GNR).

Kepada penyidik, Anies mengatakan bahwa dalam acara itu, ia menyampaikan sambutan yang sesuai dengan video yang dilaporkan ke Bawaslu. [ian]

Kolom Komentar


Video

Giliran Kemenag Digeledah KPK

Senin, 18 Maret 2019
Video

Jokowi Pertahankan Strategi Pangan Yang Gagal

Senin, 18 Maret 2019
Video

Seknas Prabowo-Sandi Temukan Keanehan DPT Di Jakarta

Senin, 18 Maret 2019
loading