Bawaslu, KPU, Dan KPI Bahas Dugaan Pelanggaran Iklan Kampanye Jokowi-Prabowo

Rabu, 16 Januari 2019, 14:59 WIB | Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Rahmad Bagja/RMOL

RMOL. Penyampaian visi misi Presiden Joko Widodo dan pidato kebangsaan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi beberapa waktu lalu diduga sebagai salah satu bentuk pelanggaran iklan kampanye.

Gugus tugas yang terdiri dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan membahas tentang dugaan itu dalam rapat tertutup di Hotel Morisey, kawasan Wahid Hasyim, siang ini.

"Rapat gugus tugas untuk tentukan bagaimana pendapat penyelenggara Pemilu tentang kejadian beberapa hari lalu. Pertama visi presiden (Jokowi) di beberapa stasiun televisi dan pidato kebangsaan Pak Prabowo Subianto," kata Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).

Bagja menjelaskan, gugus tugas itu fungsinya untuk mengawasi dugaan pelanggaran kampanye melalui lembaga penyiaran publik. Nantinya, dalam rapat itu pihaknya akan menentukan Capres mana yang sudah melakukan pelanggaran.

"Siapa yang melanggar kalau pasangan calon kita akan pemidanaan atau pelanggaran administrasi, kalau ditemukan. Kalau tidak ditemukan, apakah medianya yang melakukan pelanggaran atau tidak," urainya.

Lebih lanjut kata dia, untuk mengetahui adanya dugaan pelanggaran iklan kampanye atau tidak, pihaknya akan memeriksa beberapa variabel. Diantaranya adalah judul dari acara atau pidatonya.

"Kedua apakah ini blocking time. Ketiga adalah apakah ini bentuk kampanye lain. Lalu apakah ini diluar jadwal atau di dalam jadwal. Itulah  yang harus kita bicarakan dengan KPU dan KPI. Sedangkan untuk pidananya, apakah ini pidana atau tidak. Kami akan bicarakan, apakah ini bisa ditindaklanjuti atau tidak," pungkasnya. [hta]

Editor: Tuahta Arief

Kolom Komentar


loading