Dr. H. Oesman Sapta

DPR Kurang Nyaring Bicara Penahanan WNI Di India

 KAMIS, 31 JANUARI 2019 , 02:29:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

DPR Kurang <i>Nyaring</i> Bicara Penahanan WNI Di India

Patra M Zein/Net

RMOL. Nasib delapan warga negara Indonesia (WNI), yang ditahan di dalam kapal di perairan Ghogha, India, menjadi perhatian serius mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M Zen.

Kedelapan WNI itu merupakan anak buah kapal (ABK) Miss Gaunt, kapal milik perusahaan asal Belanda, Nordav BV. Perusahaan itu dinyatakan pailit dan mempunyai utang kepada perusahaan India.

Buntutnya pada 20 September 2018 lalu, Pengadilan Tinggi Gujarat India memutuskan untuk menahan kapal termasuk para ABK-nya di dalam kapal.

Patra mengaku prihatin dengan sikap para anggota dewan, khususnya yang berasal dari dapil luar negeri, karena tidak keras berbicara mengenai kasus ini.

"ABK dan buruh migran merupakan konstituen anggota DPR dapil DKI Jakarta 2. Sayangnya, para petahana DPR RI dari dapil ini kurang lantang dan nyaring bersuara,” ujar Patra, Rabu (30/1).

Patra yang pada Pileg 2019 mendatang maju dari Hanura di dapil DKI 2 akan berkomitmen memperjuangkan pembebasan ABK tersebut.

Dia bahkan mengaku sudah menemui keluarga korban. Salah satunya istri dari Andy Ferry Jaya, Selvy. Kepada Patra, Selvy bercerita tentang kondisi memprihatinkan suaminya di dalam kapal. Dia juga meminta agar pemerintah segera membebaskan suaminya.

“Suami saya sudah hampir 5 bulan sampai saat ini tidak bisa kembali ke Indonesia. Suami saya tidak menerima gaji hampir 9 bulan ini. Kalau sudah kayak begini kemana kami harus mengadu,” tutur Patra menirukan keluhan Selvy.

Dalam kesempatan itu, Patra memastikan akan memperjuangkan nasib semua WNI yang tersandung kasus hukum di luar negeri, jika dia terpilih menjadi anggota dewan. [ian]
Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:06:00

Sandi Cium Tangan SBY

Sandi Cium Tangan SBY

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

Mulfachri Harahap Diperiksa

Mulfachri Harahap Diperiksa

, 20 FEBRUARI 2019 , 18:53:00

Curhat Buni Yani Dalam Lapas, Apa Ahok Pernah Kelihatan Di Penjara?
Segera Berakhir, Pemerintahan Jokowi Harus Tetap Diawasi
Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Hersu Corner22 Februari 2019 21:13

Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Andi Arief: Ungkap Kejadian, Sudirman Said Hendak Dihabisi
Pakar Ekonomi Nilai Jokowi Permainkan Rakyat
Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ada Rakyat Yang Tidak Bisa Makan
Dua Saksi Untuk Tersangka Samin Tan Mangkir Pemeriksaan
Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Bantuan Alsintan

Bantuan Alsintan

foto23 Februari 2019 04:29

Vaksin 14 Ribu Dosis Dikirim Ke NTB Cegah Rabies