Dr. H. Oesman Sapta

Kader Hanura Desak Polisi Tetapkan Komisioner KPU Tersangka

 SABTU, 02 FEBRUARI 2019 , 00:20:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Kader Hanura Desak Polisi Tetapkan Komisioner KPU Tersangka
RMOL. Partai Hanura mendukung penegakan hukum dugaan pelanggaran pidana terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kemarin, ribuan kader dan simpatisan Partai Hanura menyambangi Polda Metro Jaya untuk mendesak segera menjadikan komisioner KPU sebagai tersangka karena tidak menjalankan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagaimana dilaporkan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

"Kalau  terbukti  melanggar pidana segera jadikan mereka (komisioner KPU) tersangka," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Benny Rhamdani, di Polda Metro Jaya, Jumat (1/2).

Dia menepis tudingan aksi menggeruduk Polda Metro Jaya sebagai upaya kriminalisasi terhadap komisioner KPU seperti disampaikan sejumlah pihak. Lepas dari tudingan itu, pihaknya menegaskan kalau desakan yang suarakan pihaknya semata-mata upaya penegakkan hukum terkait laporan OSO.

Laporan disampaikan OSO melalui tim kuasa hukum pada Rabu (16/1), dengan tuduhan tidak melaksanakan perintah undang-undang, serta putusan PTUN dan Bawaslu. Atas laporan itu, komisioner KPU disangkakan Pasal 421 KUHP juncto Pasal 216 ayat (1) KUHP. Ketua KPU Arief Budiman dan komisioner KPU Pramono Ubaid Thantowi pun telah diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (30/1).

 Keduanya diperiksa selama 7 jam, dicecar sebanyak 20 pertanyaan terkait alasan bagaimana KPU mengambil keputusan tidak memasukkan OSO dalam Daftar Calon Tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemilu 2019.

"Jadi laporan Ketua Umum Hanura bagaimanapun harus dihormati oleh semua pihak dan diproses secara tuntas.

Dia menegaskan tudingan pemeriksaan komisioner KPU yang dilakukan Polda Metro sebagai kriminalisasi adalah cara pandang 'jahat' terhadap tugas korps baju coklat dalam penegakan hukum.

"Sepatutnya  kita memberi dukungan, penghormatan untuk menempatkan hukum sebagai panglima," ujar Benny.[dem]

Komentar Pembaca
Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:06:00

Sandi Cium Tangan SBY

Sandi Cium Tangan SBY

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

Mulfachri Harahap Diperiksa

Mulfachri Harahap Diperiksa

, 20 FEBRUARI 2019 , 18:53:00

Curhat Buni Yani Dalam Lapas, Apa Ahok Pernah Kelihatan Di Penjara?
Segera Berakhir, Pemerintahan Jokowi Harus Tetap Diawasi
Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Hersu Corner22 Februari 2019 21:13

Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Andi Arief: Ungkap Kejadian, Sudirman Said Hendak Dihabisi
Pakar Ekonomi Nilai Jokowi Permainkan Rakyat
Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ada Rakyat Yang Tidak Bisa Makan
Dua Saksi Untuk Tersangka Samin Tan Mangkir Pemeriksaan
Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Bantuan Alsintan

Bantuan Alsintan

foto23 Februari 2019 04:29

Vaksin 14 Ribu Dosis Dikirim Ke NTB Cegah Rabies