Risiko Bencana Harus Jadi Pertimbangan Bangun Sulteng

Sabtu, 02 Februari 2019, 19:48 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Ahmad Ali/Net

RMOL. Risiko kebencanaan berbasis kawasan harus menjadi pertimbangan penting dalam membangun Sulawesi Tengah (Sulteng) pasca gempa dan tsunami.

Menurut Ketua Fraksi Nasdem, Ahmad Ali, informasi kebencanaan, baik melalui penelitian maupun stastistik tentang Sulteng mengharuskan visi pembangunan daerah itu diubah.

"Harus ada perspektif baru dalam aglomerasi, perhitungan pemanfaatan zonasi ruang yang berbeda, dari kacamata sebelumnya," jelasnya.

Anggota Komisi VII DPR ini ingin agar Sulteng memiliki perencanaan daerah hingga 25 tahun ke depan. Road map itu, sambungnya, untuk membangun kawasan dalam desain tata ruang baru, mulai dari kawasan rawan bencana, kawasan wisata, hingga kawasan industri yang minim bencana.

"Kita harus belajar dan melatih semua stakeholder dalam menyusun rencana pembangunan berbasis pengurangan resiko bencana dalam skema, rakyat, investasi dan pemerintah," tegasnya.

Pernyataan Ahmad Ali ini berkaitan dengan pengumumpan Pemprov Sulteng yang menyebut tahap pembangunan Palu dan sekitarnya baru bisa dimulai awal tahun 2019.

Pembangunan ditargetkan berjalan dua tahun dengan total dana dibutuhkan mencapai Rp 18 triliun, yang berasal dari dana pusat, pinjaman, dan pihak ketiga berupa sumbangan. [ian]

Kolom Komentar


loading