PAN: Akuisisi Freeport Keberhasilan Atau Bukan?

Rabu, 06 Februari 2019, 22:19 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Dani Mardani/Net

RMOL. Langkah pemerintah mengakuisisi saham PT Freport Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium tidak serta merta disebut keberhasilan.

Ketua DPD PAN Kota Cirebon Dani Mardani menilai akusisi saham tersebut masih perdebatan.

“Freeport itu masih debatable apakah ini suatu keberhasilan atau tidak," ungkap Dani di Balaikota Cirebon, Rabu (6/2).

Faktanya, kata Dani, kontrak Freeport akan segera selesai dan bisa diakuisisi sepenuhnya, tanpa harus membeli saham.

“Sebenarnya tanpa harus kemudian saham dibeli oleh kita, kan akan kembali ke tangan Indonesia," jelas Dani.

Poin utama soal Freeport, sambungnya, terletak pada masa berlaku kontrak, bukan soal pengembalian saham ke Indonesia. Kontrak Freeport akan selesai tahun 2021.

Bagi dia, pemerintahan Jokowi yang terkesan terburu-buru membeli saham di PT. Freeport, apalagi dengan biaya yang cukup besar.

"Saya kira ini banyak ahli mengatakan ini bukan sebuah keberhasilan, bahkan cenderung pembelian saham di atas 50 persen itu adalah kepentingan bagi Freeport itu sendiri. Karena pemerintah harus mengeluarkan dana begitu besar untuk pembelian saham," papar Dani.

Tak sedikit, menurut Dani, kalangan ahli mempertanyakan kebijakan itu. Pembelian saham di PT. Freeport sebenarnya, untuk kepentingan Indonesia ataukah bukan.

Dani menilai, ini sebagai sebuah kesalahan bagi paslon petahana dan keuntungan bagi paslon nomor urut 02, Prabowo untuk adu gagasan dan ide yang solutif.

"Notabene dalam waktu beberapa tahun ke depan kontrak Freeport sendiri kan mau habis," tandasnya seperti diberitakan RMOLJabar. [ian]

Kolom Komentar


loading