Dr. H. Oesman Sapta

Investasi Jangka Panjang Alasan Akademi Bela Negara Dibentuk

 SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 03:20:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Investasi Jangka Panjang Alasan Akademi Bela Negara Dibentuk

Gus Choi/Net

RMOL. Langkah visioner dilakukan Partai Nasdem dalam menggodok kader muda menjadi calon pemimpin-pemimpin yang matang. Mereka membentuk Akademi Bela Negara (ABN) sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader tersebut.  

Ketua Bapilu Partai Nasdem Effendy Choirie menjelaskan bahwa ABN merupakan investasi jangka panjang partai. Tak jarang, jebolan ABN menjadi pemimpin daerah yang matang dan mumpuni.tuk diberikan motivasi.

"Slamet Junaidi (Bupati Sampang) orang enggak pernah berpartai, lalu digembleng terus-terusan. Nah pendidikan Nasdem itu juga ada yang informal. Pak Surya itu sering mengundang perorangan terus dimotivasi terus digembleng begini begitu, jadi dia," kata pria yang akrab disapa Gus Choi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/2).

Di ABN, kader muda akan digembleng dengan sejumlah pendidikan kepemimpinan. Minimal kader mengikuti pendidikan itu selama empat bulan. Lulusan ABN, akan mengerti tentang restorasi, jati diri bangsa, ideologi bangsa dan tentang sistem negara serta sejarah Indonesia yang diperjuangkan partai.

"Nah itu yang ingin diwujudkan oleh Nasdem, sehingga wujudnya adalah kader yang restoratif," ucapnya.

Pengamat politik Arie Suditjo memandang investasi politik Nasdem sudah tepat. Partai, sambungnya, memang memiliki kaderisasi dan tidak boleh menunjuk calon pemimpin hanya didasarkan pada mahar uang.

"Parpol harus mengubah diri jangan mengandalkan yang condong punya uang," kata pengajar di Universitas Gajah Mada (UGM) itu.

Tidak seluruh partai berpikir untuk menciptakan calon-calon pemimpin. Padahal, saat ini momentum tepat untuk mengkaderisasi calon-calon pemimpin dari kalangan kaum muda.

"Sehingga pada pemilu dan pilpres 2024 mendatang semakin berkualitas. Sekarang saatnya pertarungan ide dan integritas," pungkasnya. [ian]
Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:06:00

Sandi Cium Tangan SBY

Sandi Cium Tangan SBY

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

Mulfachri Harahap Diperiksa

Mulfachri Harahap Diperiksa

, 20 FEBRUARI 2019 , 18:53:00

Curhat Buni Yani Dalam Lapas, Apa Ahok Pernah Kelihatan Di Penjara?
Segera Berakhir, Pemerintahan Jokowi Harus Tetap Diawasi
Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Hersu Corner22 Februari 2019 21:13

Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Andi Arief: Ungkap Kejadian, Sudirman Said Hendak Dihabisi
Pakar Ekonomi Nilai Jokowi Permainkan Rakyat
Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ada Rakyat Yang Tidak Bisa Makan
Dua Saksi Untuk Tersangka Samin Tan Mangkir Pemeriksaan
Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Bantuan Alsintan

Bantuan Alsintan

foto23 Februari 2019 04:29

Vaksin 14 Ribu Dosis Dikirim Ke NTB Cegah Rabies