Kolega Di Sulsel: Posisi Politik Jusuf Kalla Gamang

Selasa, 12 Februari 2019, 10:32 WIB | Laporan: Widya Victoria

Joko Widodo dan Jusuf Kalla/Net

RMOL. Posisi politik M. Jusuf Kalla (JK) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dinilai gamang.

"Semua sudah tahulah dan bisa merasakan, arus politik umat Islam di Pilpres 2019 ini ada di 02. Itu tidak bisa dibantah. Bahkan survei juga menyatakan kalau dukungan umat ke petahana tidak signifikan dan bahkan menurun," ujar kolega JK sesama politisi asal Sulawesi Selatan, Tamsil Linrung kepada redaksi, Selasa (12/2).

Karena itu, Tamsil menilai JK saat ini telah mengambil posisi berseberangan dengan umat Islam. Situasi berbeda dengan Pilpres 2014, kata Tamsil. Ketika itu, JK  berijtihad mendampingi Jokowi dam menjadi representasi umat karena membawa misi.

"Pak JK punya insting politik yang kuat dan firasat yang tajam dalam membaca Indonesia," puji Tamsil.

Dalam banyak kesempatan berbincang santai dengan JK, Tamsil mengatakan prediksi politisi cum pengusaha itu jarang-jarang meleset.

"Bahkan berdasarkan pengalaman saya, semua tepat. Sebutlah misalnya kejatuhan Pak Harto, penolakan LPJ dan terpilihnya Gus Dur sebagai presiden. Bahkan juga ketika voting di MPR, semua sesuai prediksi Pak JK," kenang Tamsil maju pemilihan senator.

Ketika JK memprediksi negeri ini hancur dipimpin Jokowi, Tamsil mengaku langsung percaya.

"Lima tahun lalu Pak JK menerima tawaran jadi Wapres, tentu saja beliau punya intensi untuk menyelamatkan Indonesia. Kalau kenyataannya Indonesia tidak hancur, itu karena ada Pak JK di sana yang mengerem laju kehancuran Indonesia," ujar Tamsil agak berkelakar.

Namun, menurut Tamsil, situasi sekarang berbeda. Sebab JK tidak bisa lagi berada di eksekutif. Sehingga kalau orang yang sama menjadi presiden lagi, prediksi JK lima tahun lalu sangat mungkin terjadi.

"Berdasarkan pernyataannya itu, posisi ideal arah dukungan Pak JK saat ini sebetulnya tidak di Jokowi," simpul Ketua Dewan Pembina Tali Foundation tersebut.

Terlebih di tingkatan akar rumput masyarakat Sulsel, arus politik yang menginginkan perubahan amat kuat. Tamsil menyebutnya sebagai arus balik kedaulatan rakyat.

Indikasi itu ia tangkap dari program sosialisasi sekaligus serap aspirasi di 24 kabupaten di Sulsel.

"Bukan cuma di kota, masyarakat di desa-desa juga sangat gelisah. Rakyat menginginkan ada perbaikan dan perubahan. Harapannya tentu saja akan diwujudkan pada 17 April mendatang," tegasnya.  

Kendati demikian, Tamsil yang saat ini Wakil Ketua Komisi VII DPR memuji performa JK di penghujung masa jabatannya sebagai wakil presiden. Wapres Jusuf Kalla telah berkontribusi banyak untuk memajukan Sulsel.

"Saya kira, Pak JK punya energi yang sangat prima. Sehingga dalam hampir lima tahun mengemban amanah sebagai Wapres, beliau kita lihat sangat berdedikasi," terangnya.

Menurut Tamsil, keberadaan JK masih dibutuhkan oleh bangsa ini. Terutama petuah-petuah dan arahan-arahan beliau sebagai tokoh bangsa yang sudah makan asam garam politik di Indonesia.

Karena itu, harapan dia, JK mengambil pilihan sikap politik yang sejalan dengan suara umat Islam. [wid]

Kolom Komentar


loading