Dr. H. Oesman Sapta

Mahasiswa Dan Buruh Kepung Kedubes AS, Kecam Intervensi Atas Venezuela

 SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 13:41:00 WIB | LAPORAN: APRILIA RAHAPIT

Mahasiswa Dan Buruh Kepung Kedubes AS, Kecam Intervensi Atas Venezuela

Foto: RMOL

RMOL. Gerakan Buruh untuk Rakyat (Gerbak) mengecam tindakan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang diduga mengintervensi pemerintahan Venezuela di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro.

Kecaman itu disuarakan dalam unjuk rasa ratusan anggota Gebrak di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, massa pendemo membawa serta boneka gurita raksasa warna hijau yang dikenakan topi bermotif bendera Amerika Serikat.

Jurubicara Gebrak, Nining Elitos dengan lantas menyebut AS dan Uni Eropa sebagai negara imperialis yang ingin menjajah  dan menguasai Sumber Daya Alam (SDA) Venezuela.

"Negara imperialis seperti Amerika Serikat dan sekutunya menghancurkan negara-negara yang berdaulat dengan merampok sumber daya alam," teriak Nining berorasi di atas mobil komando.

Nining juga menyampaikan bahwa Venezuela tanpa intervensi AS sudah mampu berdikari mengelola pemerintahannya, terutama dalam mempertahankan demokrasi dan SDA.

Selain itu menurut Nining, klaim diri Juan Guaido sebagai presiden Venezuela semata-mata dorongan AS.

massa Gebrak memenuhi ruas jalan dengan membawa spanduk dukungan terhadap Venezuela.

"Aksi ini untuk membuktikan bahwa apa yang dilakukan oleh imperialis Amerika Serikat itu salah besar, karena tidak menghormati kedaulatan rakyat Venezuela," lanjut Nining.

Gebrak sendiri merupakan gabungan berbagai organisasi di antaranya organisasi mahasiswa (Sekolah Mahasiswa Progrosif, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Federasi Mahasiswa Kerakyatan, Serkat Mahasiswa Indonesia, Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) organisasi buruh (Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Konfederasi Serikat Nasional, Sentra Gerakan Buruh Nasional, Kongres Politik Organisasi Partai Rakyat Pekerja (KPO-PRP), organisasi Perempuan Mahardika, dan Kesatuan Perjuangan Rakyat, dan Konsorsium Pembaruan Agraria.[wid]
Gugatan Kisman Ke Surya Paloh Tak Mudah Didamaikan
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

Rachma Dan Mantan Panglima NATO

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:06:00

Sandi Cium Tangan SBY

Sandi Cium Tangan SBY

, 22 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

Mulfachri Harahap Diperiksa

Mulfachri Harahap Diperiksa

, 20 FEBRUARI 2019 , 18:53:00

Curhat Buni Yani Dalam Lapas, Apa Ahok Pernah Kelihatan Di Penjara?
Segera Berakhir, Pemerintahan Jokowi Harus Tetap Diawasi
Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara
Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Prabowo Bukan Lagi Lawan Jokowi

Hersu Corner22 Februari 2019 21:13

Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Andi Arief: Ungkap Kejadian, Sudirman Said Hendak Dihabisi
Pakar Ekonomi Nilai Jokowi Permainkan Rakyat
Prabowo: Tidak Boleh Lagi Ada Rakyat Yang Tidak Bisa Makan
Dua Saksi Untuk Tersangka Samin Tan Mangkir Pemeriksaan
Lima Hari Lagi

Lima Hari Lagi

Dahlan Iskan23 Februari 2019 05:16

Bantuan Alsintan

Bantuan Alsintan

foto23 Februari 2019 04:29

Vaksin 14 Ribu Dosis Dikirim Ke NTB Cegah Rabies