Kapitra: Bermunajat Itu Di Rumah Masing-Masing

Jumat, 22 Februari 2019, 02:13 WIB | Laporan: Widian Vebriyanto

Peserta Malam Munajat 212/RMOL

RMOL. Acara Malam Munajat 212 yang digelar di Monumen Nasional tidak memiliki urgensi.

Kegiatan itu justru dianggap mengarah pada politisasi ibadah.

Atas alasan itu, mantan kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab Kapitra Ampera tidak setuju dengan penyelenggaraan Munajat 212.

"Itu kan politisasi ibadah. Dalam ideologi Islam mana ada mobilisasi massa untuk munajat kecuali untuk politik," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/2).

Caleg PDI Perjuangan itu bahkan mengimbau agar masyarakat melakukan munajat di rumah atau masjid. Tidak perlu munajat dilakukan di pelataran Monas, mengingat di sekitar Monas juga berdiri banyak masjid.

"Orang bermunajat itu di rumah masing-masing atau di masjid," ujar Kapitra.

Dia semakin yakin bahwa acara tersebut kental dengan muatan politik karena turut dihadiri aktor-aktor politik seperti Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

"Politisnya kental lah dan itu kemasan saja. Saya pikir masyarakat tidak usah ikuti itu. Dan itu sudah terlalu jauh, masak Monas dijadikan central ibadah. Bagaimana mungkin itu rumah ibadah dipindahkan ke Monas. Sudah tidak benar itu," demikian Kapitra. [wah]

Kolom Komentar


Video

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi

Rabu, 20 Maret 2019
Video

Hubungan Internasional Kunci Keunggulan Prabowo

Rabu, 20 Maret 2019
Video

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

Rabu, 20 Maret 2019
loading