Cara PSI Baik Untuk Popularitas, Buruk Bagi Pendidikan Politik

Kamis, 14 Maret 2019, 10:22 WIB | Laporan: Idham Anhari

Dedi Kurnia Syah/Net

RMOL. Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang mempertanyakan sikap antikorupsi para parpol nasionalis dinilai telah menyinggung rekan sesama partai koalisi di Pilpres 2019.

Analis politik Telkom University Dedi Kurnia Syah bahkan menyebut kritik Grace itu sebatas baik untuk popularitas PSI sebagai partai baru. Tapi buruk dalam hal pendidikan politik untuk rakyat.

“Cara ini baik untuk popularitas, tetapi tidak untuk pendidikan politik. Seharusnya saling menguatkan dan satu suara,” kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/3).

Menurutnya, kehadiran PSI di kubu Joko Widodo-Maruf Amin kini menjadi dilematis. Di satu sisi ingin diperhankan untuk merebut suara generasi millenial. Tapi di sisi lain menjadi duri dalam daging yang menggerus menggerus kepercayaan publik terhadap partai koalisi lain.

“Sikap PSI ini menggambarkan dalam politik praktis sisi pragmatisme selalu dikedepankan, sementara etika seringkali diabaikan demi kepentingan,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Giliran Kemenag Digeledah KPK

Senin, 18 Maret 2019
Video

Jokowi Pertahankan Strategi Pangan Yang Gagal

Senin, 18 Maret 2019
Video

Seknas Prabowo-Sandi Temukan Keanehan DPT Di Jakarta

Senin, 18 Maret 2019
loading