Kiai Maruf Bakal Kesulitan Jelaskan Program-Program Jokowi

Kamis, 14 Maret 2019, 21:42 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Pengamat politik Hendri Satrio/RMOL

RMOL. Menjelang debat calon wapres pada 17 Maret antara KH Maruf Amin dengan Sandiaga Uno memunculkan banyak pertanyaan terkait materi-materi pembahasan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, terdapat pertanyaan umum di publik yakni mau apa kedua cawapres tersebut. Menurutnya, secara psikologis, beban Kiai Maruf lebih berat karena harus bisa menjelaskan program-program petahana Joko Widod (Jokowi) secara utuh terkait tema debat soal pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.

"Kiai Maruf main ngapain, Sandi mau ngapain itu pertanyaan generalnya. Saya rasa beban Kiai Maruf lebih berat karena disebut menjadi faktor turunnya elektabilitas Pak Jokowi," kata Hendri dalam diskusi bertajuk 'Siapa Berani Mendebat Ulama?' di Resto Ajag Ijig, Jakarta, Kamis (14/3).

Kiai Maruf juga harus bisa menjelaskan secara detail rencana tiga kartu sakti Jokowi. Namun yang paling sulit ialah ketika menjelaskan soal program revolusi mental.

"Dia juga harus bisa menjelaskan program Pak Jokowi yang menelurkan tiga kartu, ini kan harus dijelaskan oleh Kiai Maruf. Menurut saya yang paling susah dijelaskan oleh Kiai Maruf yaitu poin ke empat soal sosial budaya, apa itu revolusi mental," papar Hendri.

Pasalnya, revolusi mental yang didengungkan Presiden Jokowi pada 2014 hingga kini tidak diketahui rimbanya.

"Revolusi mental Pak Jokowi itu sebenarnya mau apa, Pak Maruf harus bisa jelaskan itu. Dan Pak Maruf tidak bisa menjelaskan revolusi mental dengan doa agar revolusi mental di periode dua itu berhasil tapi dia harus jelaskan maksud Pak Jokowi dengan revolusi mental itu, jadi itu cukup berat," imbuh Hendri yang juga polster lembaga survei Kedaikopi.

Kolom Komentar


Video

Giliran Kemenag Digeledah KPK

Senin, 18 Maret 2019
Video

Jokowi Pertahankan Strategi Pangan Yang Gagal

Senin, 18 Maret 2019
Video

Seknas Prabowo-Sandi Temukan Keanehan DPT Di Jakarta

Senin, 18 Maret 2019
loading