Ketua MPR: Bukan Tidak Mungkin Ada Capres Independen...

Selasa, 19 Maret 2019, 02:25 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Foto/RMOL

RMOL. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mendatangi massa dari Komunitas Tikus Pithi Hanata Baris yang melakukan demonstrasi di depan gedung Parlemen, Senin (18/3). Zulkifli memberikan apresiasi yang tinggi kepada massa atas upayanya menyampaikan aspirasi.

"Kedatangan mereka patut dihargai karena mau meninggalkan pekerjaan, keluarga dan menggunakan ongkos sendiri," ujar Zulhas, demikian ia disapa, usai berdialog dengan para pengunjuk rasa.

Dalam unjuk rasa tersebut massa yang menggunakan kaos hitam bertuliskan "Yen Ora Mas Tuntas Ora" menyampaikan tiga tuntutan nusantara yang disebut Tritura. Satu dari tiga tuntutan tersebut yakni melaksanakan kedaulatan di tangan rakyat yang sebenarnya melalui dibukanya jalur independen dalam pencalonan Pilpres.

Terkait tuntutan aksi, Zulhas mengatakan UUD 45 hanya membolehkan calon presiden yang berasal dari partai politik atau gabungan partai politik. Berbeda dengan bupati dan gubernur yang boleh dicalonkan melalui jalur independen.

"Tetapi bukan tidak mungkin ada capres independen, namun harus dibicarakan lebih lanjut. Caranya harus mengubah UUD terlebih dahulu," katanya.

Dalam tahun politik saat ini, Zulhas meminta semua pihak untuk menjaga perdamaian dan persatuan. Menurut pria asal Lampung itu, demokrasi merupakan pemilihan biasa yang diselenggarakan setiap lima tahun yang tidak boleh dikotori oleh keributan.

"Kita memilih di antara teman sendiri. Kita bukan menghadapi Belanda tapi (dalam pemilu) kita berhadapan dengan sesama anak bangsa. Karena itu mari ciptakan pemilu yang menggembirakan, damai dan menyenangkan," tukas Zulhas.
Editor: Ade Mulyana
Tag:

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading