Visi Kebudayaan Kurang Tajam Dibahas Cawapres

Selasa, 19 Maret 2019, 08:57 WIB | Laporan: Widya Victoria

Sandiaga Uno dan Maruf Amin/Net

RMOL. Calon wakil presiden nomor urut 01, Maruf Amin maupun cawapres 02, Sandiaga Uno dalam debat yang digelar Minggu malam (17/3) lalu, dinilai kurang tajam mengeksplorasi visi kebudayaan.

"Saya menilai kedua cawapres belum tajam dalam mengeksplorasi visi kebudayaan selama lima tahun ke depan. Mungkin terkendala oleh batasan waktu debat," kata anggota Komisi X DPR, Anang Hermansyah Anang dalam keterangannya, Selasa (19/3).

Kendati demikian, ia mengapresiasi baik cawapres 01 maupun 02 telah memulai dengan baik tentang komitmen soal kebudayaan.  

Maruf sempat menyinggung UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan konservasi budaya. Begitu pula dengan Sandiaga yang mengangkat efek ekonomi dari sektor kebudayaan.  

"Sayangnya, tak satupun cawapres yang berani membuat terobosan dengan memisahkan kebudayaan dari pendidikan dengan membentuk Kementerian Kebudayaan," cetus Anang.

Musisi asal Jember ini meyakini dengan membentuk Kementerian Kebudayaan akan mengukuhkan komitmen negara terhadap kebudayaan di Indonesia.

Menurut dia, kebudayaan memiliki dampak turunan yang besar baik aspek ekonomi, politik dan sosial.

"Kekuatan kebudayaan nasional menjadi penting di tengah derasnya budaya dunia yang telah masuk tanpa batas," tambah Anang.

Anang mencontohkan, keberadaan musik tradisional yang dimiliki Indonesia.

"Budaya nusantara yang tersebar di wilayah Indonesia menjadi kekuatan khas Indonesia yang tak dimiliki negara-negara lain," tandas Anang.

Kolom Komentar


loading