Silatnas Kades Menghina Orde Reformasi! Lebih Baik Dibatalkan

Rabu, 20 Maret 2019, 09:37 WIB | Laporan: Widya Victoria

Joko Widodo didampingi Tjahjo Kumolo/Net

RMOL. Silaturahmi Nasional (Silatnas) Kepala Desa se-Indonesia yang akan digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu (30/3) pekan depan, menuai kontroversi.

Selain menyoal syarat duit Rp 3 juta yang ditarik per peserta juga tak kalah jadi sorotan yaitu, rencana memberi gelar Bapak Pembangunan Desa kepada Jokowi dalam silatnas tersebut.

Politisi muda, Andi Arief ikut mendorong silatnas kades dibatalkan saja.

"Mobilisasi seluruh kepala desa dengan decoy silaturahmi nasional untuk gelar raja pembangunan desa buat Pak Jokowi lebih baik dibatalkan," ujar mantan staf khusus presiden bidang bencana dan bantuan sosial itu.

Alasan dia, Jokowi belum pantas menyandang gelar Bapak Pembangunan Desa. Andi Arief curiga silatnas kades semata-mata ajang kampanye Jokowi sebagai capres petahana.

"Bukan hanya itu penipuan karena soal belum pantas bergelar, tetapi udang di balik modus sudah jadi gerundelan. Menghina Orde Reformasi," tegasnya.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam surat rekomendasinya nomor 080/2331/SJ tertanggal 13 Maret 2019, berdalil pelaksanaan Silatnas Kades sebagai wujud rasa syukur atas percepatan pembangunan desa melalui dana desa.

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading