Dirjen Hortikultura Kementan: Capaian Ekspor Produk Hortikultura di Tahun 2018 Sangat Membanggakan

Kamis, 21 Maret 2019, 07:26 WIB | Laporan: Elitha Tarigan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

RMOL.Capaian ekspor komoditas hortikultura 2018 sangat membanggakan. Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) total ekspor komoditi ini mencapai 435.328 ton atau setara Rp 6,27 triliun.

"Khusus ekspor bunga krisan 2018 sebesar 59,1 ton dan senilai Rp 11,7 miliar dan tanaman hias 2018 sebesar 4.675 ton," ujar Dirjen Hortikultura Suwandi saat mendampingi Menteri Pertanian dalam acara ekspor sejumlah produk hortikultura di lapangan Binaraga Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur, Rabu (20/3).

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagiono menuturkan, Kementan saat ini tengah fokus meningkatkan produksi dan nilai tambah seluruh komoditas perkebunan. Kementan memiliki program Benih Unggul (BUN) 500 dan membangun logistik benih.

"500 yang dimaksud adalah 500 juta batang selama 6 tahun. Itu artinya dari yang eksisten saat ini kami melipatgandakan 3 kali lipat karena rata-rata saat ini kita baru mampu menyediakan benih sekitar 30 juta batang untuk semua komoditas seperti kopi, kakao, karet, sawit, tebu, cengkeh, sama lada," jelasnya.

"Kalo ini 500 juta batang 6 tahun artinya tiap tahun kurang lebih 85 hingga 90 juta batang, artinya kan 3 kali lipat," pinta Kasdi.

Menurut Kasdi, logistik benih yang dimaksud adalah jumlahnya masif, kemudian kualitasnya bagus dan hingga distribusinya menjadi efisien. Sebab, jika sekarang misalnya kopi, kakao harus beli dari Jember dibawa ke Papua tentu membutuhkan biaya yang tinggi.

"Kita nanti di setiap sentra-sentra itu kita bangun KBI (Kebun Bibit Indo), kita bangun entrance-entrance baru itu, kemudian KBD yaitu Kebun Bibit Desa atau Kebun Bibit Dasar, kemudian link dengan penangkar-penangkar lokal," jelasnya.

Dengan demikian, tambahnya, pembibitan dipusatkan pada daerah pengembangan yaitu daerah yang bisa perluasan, membentuk kawasan baru, peremajaan dan bisa dilakukan rehabilitasi. Artinya kawasan itu bagi penyedia benih sebagai pasar langsung, sebab distribusinya menjadi dekat dan kalau harga bibitnya murah dipastikan laku.

“Untuk sektor hirilirnya prinsipnya adalah peningkatan daya saing dan nilai tambah sehingga kita ingin supaya pendapatan petani itu tdak hanya didapat dari hulu. Hilirnya itu banyak sekali dari turunan produk yang sangat ekonomis nilainya dan itu akan meningkatkan kesejahteraan petani lebih cepat," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengaparesiasi dan mendukungan penuh kebijakan dan program pertanian yang digagas Kementan untuk memajukan pertanian Kabupaten Cianjur. Hingga saat ini, bantuan pertanian ke Kabupaten Cianjur jumlahnya sangat banyak sehingga tidak terhitung, sehingga Cianjur terus menjadi salah satu sentra produksi pertanian.

"Jadi kami yakin, kunjungan kerja Bapak Menteri ini bakal memajukan lagi sektor pertanian kami," ujarnya.
Editor: Azairus Adlu

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading