Politisi Gerindra: MRT Belum Terkoneksi Dengan Moda Transportasi Lain

Senin, 25 Maret 2019, 16:14 WIB | Laporan: Adityo Nugroho

Politisi Gerindra Bambang Haryo/RMOL

RMOL. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I telah resmi beroperasi per Minggu (24/3) usai diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Keberhasilan MRT itu pun lantas diklaim berimbas pada naiknya elektabilitas petahana jelang Pilpres 2019.

Politisi Gerindra Bambang Haryo menilai bahwa MRT yang baru diresmikan itu masih banyak menuai kritik terkait perencanaan awalnya.

"MRT ini diperuntukkan untuk ekonomi bawah dimana mereka mereka ini adalah karyawan-karyawan yang dari berbagai korporasi atau perusahaan. Mereka harus konek antara MRT, misalnya dengan kereta bandara, terminal bus dan stasiun kereta, ini kan enggak terhubung," ucap Bambang saat ditemui di komplek Parlemen, Jakarta, Senin (25/3).

Alhasil hal itu nantinya membuat proyek ini akan mengalami kerugian. Dia pun berharap agar proyek MRT di Jakarta ini tidak seperti proyek LRT di Palembang.

"Terus pasar rakyat juga enggak ada sehingga kereta LRT (di Palembang) itu sampai detik ini sudah digratiskan 4 bulan dan ditarifkan Rp 5 ribu tetap 10 persen akhirnya minus dari pada operasionalnya sangat besar," bebernya.

Anggota Komisi V DPR itu khawatir MRT ini mengalami hal yang sama. Sehingga beban negara semakin bertambah yang tentunya akan menyedot APBN.

"Ini dikawatirkan menjadi suatu beban negara berupa utang negara dan ini sangat berbahaya karena utang ini adalah utang yang cukup besar dan pinjaman yang cukup besar," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Real Count KPU Lambat!

Kamis, 18 April 2019
Video

KPU: Stop Katakan Kami Curang

Jumat, 19 April 2019
Video

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat, 19 April 2019
loading